Kehidupan Sosial di Dinasti Shang

Para penguasa Shang memindahkan ibu kota ke Yin (sekarang Anyang dari Provinsi Henan) di akhir dinasti Shang (1600 SM-1046 SM), dan sejarah dan kehidupan sosial dari dinasti Shang diketahui publik terutama melalui peninggalan budaya yang digali dari Yin Reruntuhan, termasuk prasasti pada tulang oracle, barang perunggu, tembikar, barang-barang tulang dan barang-barang batu. Yang paling menarik sejarawan adalah prasasti pada tulang oracle (lebih dari 100.000 keping), yang digunakan oleh para ahli sihir kuno untuk meramalkan masa depan seseorang atau suatu negara.

Peramal kaisar menggali lubang kecil di satu sisi tulang (tidak tembus) dan memanggangnya di dekat api yang menyala, dan mereka meramalkan masa depan manusia, negara dan alam semesta ketika sisi lain tulang retak. Akhirnya, mereka mengukir prasasti oracle pada cangkang kura-kura atau tulang binatang. Yang menarik, prasasti oracle sebagian besar berkaitan dengan ritual pemujaan leluhur dan jumlah hewan yang digunakan dalam ritual pengorbanan di dinasti Shang, dan beberapa terkait dengan kondisi atmosfer (seperti hujan, angin dan salju), beberapa terkait dengan panen pertanian, ada yang berkaitan dengan perang, dan ada pula yang berkaitan dengan mimpi dan penyakit manusia, dari mana kita bisa tahu banyak informasi tentang dinasti Shang.

Orang Shang sangat tergantung pada industri pertanian dan diberi makan gandum, beras, millet ketan dan kedelai, dan pekerjaan pertanian terutama dilakukan oleh tenaga kerja dan bajak digunakan sebagai alat pertanian utama. Memancing dan berburu juga dipekerjakan sebagai usaha sampingan oleh orang-orang Shang, yang mangsa-mangsanya berkisar dari babi hutan, rusa, rubah, kelinci hingga burung. Terlebih lagi, orang-orang Shang menjinakkan hewan-hewan liar itu ke dalam ternak juga, termasuk sapi, domba, ayam, anjing, babi dan gajah, dan tercatat bahwa gajah-gajah itu dikirim oleh orang Shang kuno ke medan perang. Orang-orang Shang sangat pandai membuat barang-barang perunggu, yang dibuktikan dengan sejumlah pedang, ujung tombak, senjata, pisau, panah dan kapak yang dipelihara dengan baik di Reruntuhan Yin (Anyang), dan sebagian besar barang perunggu untuk keluarga kekaisaran dan bangsawan dihiasi dengan desain kemerahan.

Selain berbagai barang perunggu, serangkaian pola hewan dan gambar geometris juga dihiasi pada tembikar, yang agak kasar tetapi hidup. Orang-orang Shang juga ahli dalam ukiran gigi, ukiran tulang, ukiran batu giok dan ukiran batu, yang dalam bentuk figur manusia, harimau, kelinci, ikan, burung, naga, kura-kura, gajah dan burung phoenix.

Leave a Reply